- Presentasi tidak harus selalu dilakukan dengan menggunakan Power Point. Ada banyak cara lain untuk melakukan presentasi, salah satunya lewat video atau yang lebih dikenal dengan presentasi video. Tentunya presentasi video berbeda dengan jenis presentasi lainnya. Karena presentasi video menggunakan media audio dan visual untuk menyampaikan informasi kepada penontonnya. Agar lebih mengenal apa itu presentasi video, mari simak penjelasan di bawah dan fungsi presentasi video Menurut Tonni Limbong dan Janner Simarmata dalam buku Media dan Multimedia Pembelajaran Teori dan Praktik 2020, presentasi video adalah jenis presentasi yang menggunakan media audio visual berupa video sebagai sarana penyampaian pesan atau ide atau gagasan. Dalam Bahasa Inggris, presentasi video disebut video presentation. Melansir dari situs presentasi video biasanya dibuat dalam durasi tertentu, dengan tampilan yang menarik dan narasi atau teks yang sesuai. Baca juga Poin-Poin Presentasi Presentasi video termasuk video yang bertujuan untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan. Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, fungsi utama dari presentasi video ialah untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan dalam bentuk media audio video sering digunakan untuk mempresentasikan sebuah produk atau ide mengenai suatu hal. Penyampaian lewat video semakin mempermudah pembicara dan penerima informasi dalam mengerti hal yang disampaikan. Jenis dan contoh presentasi video Presentasi video digunakan untuk menyampaikan informasi atau hal lainnya. Penggunaan video sebagai sarana presentasi harus disesuaikan dengan tujuan utama yang ingin dituju. Berikut beberapa jenis presentasi video Presentasi video promosi Jenis presentasi ini sering digunakan untuk melakukan promosi. Cara ini jauh lebih dipandang efektif dan tidak membosankan. Selain itu, jenis presentasi ini juga mempermudah orang untuk mengenal lebih jauh tentang hal apa yang sedang dipromosikan. Contoh presentasi videonya ialah penawaran produk barang atau jasa. Contoh lainnya video presentasi promosi sekolah, organisasi tertentu, dan lain sebagainya. Baca juga Cara Menyampaikan Presentasi yang Baik
Ringkasancerita pada produksi video presentasi a. ide b. naskah c. sinopsis d. storyboard e. plot. Jawaban: Sinopsis adalah ringkasan padat dan jelas dari sebuah naskah buku, film, dan jenis karya lainnya tanpa menghilangkan unsur penting dalam naskah tersebut. Jadi, Ringkasan cerita pada produksi video presentasi Sinopsis.
Konsep Pembuatan Video Pra Produksi Sinopsis, Naskah dan StoryBoard Di era digital saat ini banyak menuntut konten lebih dari sekedar teks atau hanya grafik saja. Konsep video berfungsi sebagai media komunikasi dalam menyampaikan gagasan yang lebih menarik. Konten yang disampaikan dalam sebuah video haruslah sederhana dan mudah dimengerti oleh penggunanya. Karena manusia sebagai makhluk visual, maka akan lebih mudah mengerti dan mendapatkan informasi melihat sesuatu yang hidup, bergerak dan bersuara. Untuk itu diperlukan sebuah presentasi dalam bentuk video dimana terdapat gambar bergerak sekaligus suara yang diperlukan Proses dalam pembuatan video itu sendiri dimulai dari pencarian ide, membuat sinopsis, membuat naskah, shooting, produksi dan pasca produksi. Namun pembahasan kita kali ini adalah pembuatan video presentasi Pra Produksi. Yaitu membedakan apa itu sinopsis, bagaimana membuat naskah dan storyboard. 1. Sinopsis Sinopsis adalah alur cerita secara singkat. Sinopsis dijelaskan dalam tulisan singkat sehingga penonton mampu memahami isi cerita yang disampaikan dalam video atau film. Sebuah sinopsis dikatakan baik apabila mampu menjelaskan cerita secara utuh. Keindahan gaya bahasa, penjelasan rinci kejadian dalam alur cerita disusun menggunakan bahasa yang lugas dibutuhkan dalam pembuatan sinopsis. Itu semua dilakukan agar makna yang disampaikan tidak lari dari cerita. Agar sinopsis menarik maka dibutuhkan dramaturgi yaitu alur emosi dalam sebuah cerita. 2. Naskah Naskah adalah teks yang berisi gambaran yang akan dibuat atau tampil di layar. Tujuannya agar seluruh pendukung dalam pembuatan video paham setiap rinci dari video jalan cerita yang akan disampaikan. Penulisan naskah dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang dimengerti oleh orang yang berperan dalam pembuatan video tersebut. Sebelum menulis naskah, seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media audio visual. Berikut contoh naskah Karakteristik Media Audio Visual adalah sebagai berikut. • Walaupun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan visual Media Audio Visual lebih mengutamakan visual dari pada suara. • Informasi yang disampaikan dapat berupa gambar/visual fakta, kejadian nyata, ataupun sebuah fiksi/gagasan kreatif. • Setiap kali tayang melalui media televisi, program audio visual dapat ditonton jutaan orang dalam waktu yang bersamaan. • Dibandingkan media komunikasi dan informasi lainnya, Media Audio Visual paling efektif. • Jika dikemas dalam bentuk format VCD atau DVD, Program dapat ditonton berulang-ulang dan mudah digandakan. • Dampak program audio visual cukup tinggi jika terjadi kesalahan dan terlanjur disiarkan sulit untuk merubahanya. Karena itu sebelum disiarkan harus benar-benar dicek terlebih dahulu agart tidak ada kesalahan informasi. • Butuh waktu yang lama untuk memproduksi program audio visual. Jenis yang biasanya ada pada program audio visual Noncerita, Berita Dokumenter; Feature; Reality Program, Cerita Cerita/Drama; Hiburan; Musik; Lawak; Kuis, Iklan Layanan Masyarakat. 3. Storyboard Storyboard adalah sketsa gambar berbentuk thumbnail yang berurutan sesuai jalan cerita. Melalui storyboard seluruh yang melakukan produksi dalam video tersebut dapat melihat alur cerita dalam bentuk gambar. Storyboard berfungsi sebagai ungkapan kreatif dalam menyampaikan pesan dan gagasan secara visual. Dapat ditambahakan arah gerakan pada storyboard guna memandu gerakan berikutnya. Selain itu juga dapat ditambahkan informasi laih berupa huruf warna, dan tata letak sehingga pesan dan gagasan dapat diterima. Untuk membuat storyboard yang bagus, perlu berlatih menggambarkan komposisi dari suatu adegan tertentu dalam bentuk gambar sketsa. Diperlukan keterampilan menggambar dan mampu menampung beragama ide arahan dari sutrada dalam pembuatan storyboard. Tidak ada yang baku dalam bentuk panel storyboard. Pada umumnya berupa gambar thumbnail disusun secara horisontal atau vertikal yang dilengkapi dengan arahan visual berupa panduan informasi nomor adegan, nomor cut/panel, nomor background, dan catatan adegan. Gambar berikut adalah contoh storyboard Keterangan SC = Adegan Scene. Cut = Nomor pengambilan gambar berdasar bidikan camera. Pada storyboard animasi cut disebut juga denga inisial PN= Panel yang mempunyai tujuan yang sama. BG = Background. Durasi = Perkiraan lama waktu dalam tiap adegan. Dialog/Narasi = Berisi dialog tokoh/narasi adegan. Efek = Memperjelas efek kamera / adegan. Catatan = Catatan pengerjaan tiap adegan. Layout = Petunjuk gerak tertentu sebagai rincian storyboard bila diperlukan. Keyword tahun ulang video membuat konsep romantis profil perpisahan sekolah motion stop lucu iklan cara pembuatan dalam ciri contoh clip profile company dasar klip dokumenter presentasi karakter desain dan storyboard naskah sinopsis teknik
urutancerita behind the scene sebuah video. urutan cerita berupa gambar dalam bentuk thumbnail. testimoni penonton dari sebuah video. cerita masing masing kru pembuat video selama pembuatan video. Question 8. 45 seconds. Q. Hasil pembuatan video harus mengutamakan kepuasan answer choices.
ini yang termasuk dalam media penyimpanan dan publikasi online untuk visualisasi digital adalah… a. Personal computer b. DVD c. Youtube d. Flashdisk e. Memorycard 2. Langkah pertama dalam membuat video adalah... a. Pembuatan naskah b. Pentuan actor dan actress c. Pembuatan storyboard d. Pembuatan setting tempat pengambilan gambar e. Penentuan ide 3. Pengertian dari simulasi visual adalah... a. Media untuk menyampaikan ide dan konsep dalam bentuk aktualisasi simulasi visual b. Media untuk menyampaikan ide dan konsep dalm bentuk digital c. Media untuk menyampaikan ide dan konsep dalm bentuk video d. Media untuk menyampaikan ide dan konsep dalm bentuk e-book untuk menyampaikan ide dan konsep dalm bentuk DVD adalah…. a. Urutan cerita dalam sebuah video berupa teks b. Urutan cerita behind the scene sebuah video c. Urutan cerita berupa gambar dalam bentuk thumbnail d. Testimoni penonton dari sebuah video e. Cerita masing masing kru pembuat video selama pembuatan video cerita pada produksi video presentasi… a. Ide b. Naskah c. Sinopsis d. Storyboard e. Plot 6. Editing video adalah … a. Sebagai sarana untuk mengkomunikasikan ide/gagasan dalam pembelajaran atau menyajikan suatu produk yang telah dihasilkan b. Peristiwa atau rekaan yang dikisahkan dalam bentuk cara tanpa menghilangkan unsur-unsur c. Sebagai sarana untuk mengkomunikasikan cerita dalam pembelajaran atau menyajikan suatu produk yang telah di hasilkan d. salah satu elemen penting di dalam sinematografi dan tidak dapat dipisahkan dari dunia broadcasting e. semua jawaban benar 7. Video presentasi sebuah produk harus menggunakan produk dalam bentuk.. a. Benda asli b. Animasi 2D c. Animasi 3D d. Animasi stop-motion e. Tiruan produk 8 Kegiatan berikut ini adalah termasuk bagian dari pra-produksi program video, presentasi, kecuali a. Editing b. Penulisan synopsis c. Penulisan skrip d. Penentuan Ide e. Penentuan lokasi 9. Simulasi visual dapat dimanfaatkan untuk... a. Majalah b. Koran c. Buku d. e-book e. Memo pembuatan video harus mengutamakan kepuasan.. a. Pencetus ide b. Sutradara c. penonton d. Pemain e. Editor 11. langkah pertama membuat blog adalah.... a. membuka situs b. login dengan akun gmail c. klik "continue to blogger" d. membuka instagram e. membuat akun instagram 12. "vlog" adalah singkatan dari... a. video b. video blogging c. photo blog d. micro blog e. general blog 13. "blog" berasal dari kata... a. free blog b. micro blog c. audio blog d. web log e. semua benar 14. yang dilakukan setelah membuka situs adalah... a. membuka akun instagram b. membuka akun facebook c. login dengan akun gmail nomer telfon e. semua jawaban salah 15. adalah situs untuk membuat… a. Blog b. Blogger c. Mainan d. Twitter e. facebook bawah ini yang tidak termasuk fungsi dari blog adalah…. a. Catatan harian b. Media publikasi dalam kampanye politik c. Untuk mengirim pesan d. Media publikasi dalam perusahaan-perusahaan salah 17. Ngeblog adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang disebut… a. Membuat blog b. Menutup aplikasi blog c. Biologging d. Blogging 18. Orang yang menggantungkan hidupnya hanya dari aktivitas ngeblog disebut… a. Hack blogger b. Problogger c. Blogger d. Bloggeria e. youtuber 19. Blog dengan konten utamanya adalah foto disebut.... a. audio blog b. vlog c. video blog d. phlog e. niche blog 20. blog dengan konten berbagai macam topik tidak khusus disebut... a. general blog b. photo blog c. phlog d. audio blog e. vlog
Video memiliki kelebihan dibandingkan dengan bentuk media lainnya, karena dapat menampilkan informasi dan emosi dalam bentuk yang lebih visual dan menarik. Hal ini membuat video sangat efektif untuk membangun merek, menghasilkan leads, dan mengkomunikasikan pesan yang kompleks dengan cara yang mudah dimengerti oleh audiens tergantung dari sebaik apa proses pembuatan video itu, video juga memungkinkan para kreator untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam bentuk visual dan audio, sehingga memungkinkan mereka untuk menarik perhatian orang dengan cara yang unik dan menarik. Dalam beberapa kasus, video bahkan dapat menciptakan tren dan memengaruhi budaya proses pembuatan video konten, waktu produksi biasanya tergantung pada jenis konten yang dibuat. Sebuah video pendek seperti video iklan atau trailer mungkin dapat diselesaikan dalam beberapa hari, sementara sebuah film pendek atau dokumenter dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Namun, yang terpenting adalah menghasilkan konten yang berkualitas dan sesuai dengan tujuan yang Pengertian Video Itu?Video adalah kumpulan gambar bergerak yang disajikan secara berurutan sehingga memberikan kesan gerakan atau aksi. Video biasanya juga dilengkapi dengan suara yang disinkronkan dengan gambar, sehingga memberikan pengalaman audiovisual yang lebih dapat dihasilkan dengan menggunakan kamera, perekam layar, atau dengan menggabungkan gambar dan suara yang telah direkam sebelumnya. Video dapat diunggah dan disiarkan melalui platform online seperti YouTube, Vimeo, Facebook, dan platform media sosial lainnya. Video juga memiliki banyak manfaat, seperti sebagai media hiburan, edukasi, promosi, dan lain memproduksi suatu video, waktu yang dibutuhkan sangat bergantung pada kompleksitas dan durasi video. Video pendek mungkin hanya membutuhkan beberapa hari, sementara video yang lebih panjang atau lebih kompleks dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan VideoTerdapat banyak jenis video yang dapat diproduksi, video diproduksi berdasarkan kebutuhan dan tujuannya. Setiap jenis video memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dalam proses pembuatan video, yang terpenting adalah memahami tujuan dan target audiens supaya video dapat efektif mencapai tujuannya. Kreativitas dan keahlian teknis juga diperlukan untuk menghasilkan video yang menarik dan adalah beberapa jenis video yang umum dijumpaiVideo promosi / advertising video ini digunakan untuk mempromosikan produk, merek, atau tutorial / instruksional video ini memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara melakukan sesuatu, seperti cara memasak, merakit suatu produk, atau menggunakan perangkat animasi video animasi menggunakan grafik dan animasi untuk menampilkan cerita atau musik video musik biasanya digunakan untuk mendukung lagu atau album yang dirilis oleh dokumenter video ini digunakan untuk menceritakan kisah atau memperkenalkan topik tertentu dengan pendekatan faktual atau vlog video ini merupakan catatan harian atau kegiatan sehari-hari seorang individu yang dipublikasikan di platform seperti sosial media video ini biasanya pendek dan dibuat untuk platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan live streaming video ini diproduksi secara langsung dan dapat disaksikan secara real-time melalui platform seperti YouTube, Facebook, dan testimonial video ini menampilkan orang-orang yang memberikan testimoni tentang produk atau layanan tertentu. Video presentasi video ini digunakan untuk menyampaikan presentasi atau pembaruan bisnis kepada karyawan atau Pengerjaan VideoWaktu yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu video tergantung pada berbagai faktor, seperti durasi video, kompleksitas proyek, jumlah tim yang terlibat, serta jadwal produksi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan klien atau target waktu produksi yang dibutuhkan biasanya berkisar antara 2 minggu hingga 1 bulan, termasuk waktu untuk melakukan pra-produksi perencanaan dan persiapan, produksi pengambilan gambar dan suara, serta pasca-produksi pengeditan, pengolahan suara, penambahan efek visual, dan penyelesaian akhir.Jika proyek video memiliki kebutuhan yang lebih kompleks, durasi produksi dapat lebih lama. Namun, jika proyek video lebih sederhana, durasi produksi bisa lebih cepat. Umumnya, proses pembuatan video tergantung pada tiga tahap produksi video, yaitu pra-produksi, produksi, dan Tahap ini meliputi perencanaan, penulisan skenario, storyboard, casting talenta, pengambilan lokasi, serta persiapan-persiapan lainnya yang dibutuhkan sebelum produksi dimulai. Waktu pengerjaan tahap pra-produksi dapat memakan waktu 1-2 minggu, tergantung pada kompleksitas video yang akan Tahap ini meliputi pengambilan gambar, pengambilan suara, dan pengumpulan semua elemen yang dibutuhkan untuk video tersebut. Waktu pengerjaan tahap produksi tergantung pada durasi video, jumlah lokasi pengambilan gambar, serta jumlah tim dan peralatan yang digunakan. Umumnya, waktu pengerjaan tahap produksi berkisar antara 1-2 Tahap ini meliputi editing video, pengolahan suara, pengolahan efek visual, dan penyelesaian akhir dari video. Waktu pengerjaan tahap pasca-produksi tergantung pada kompleksitas dan durasi video, serta tingkat detail dan kualitas yang diinginkan. Umumnya, waktu pengerjaan tahap pasca-produksi berkisar antara 1-3 secara keseluruhan waktu proses pembuatan video dapat berkisar antara 3-8 minggu, tergantung pada durasi dan kompleksitas video tersebut. Namun, waktu pengerjaan yang lebih cepat atau lebih lambat mungkin dapat terjadi tergantung pada situasi dan kebutuhan Proses Pembuatan VideoSetiap tahap ini membutuhkan perhatian dan keahlian yang berbeda-beda, dan keberhasilan setiap tahap dapat memengaruhi keseluruhan kualitas video. Penting untuk memperhatikan setiap tahap dengan hati-hati dan melakukan kolaborasi dengan tim produksi video untuk mencapai hasil yang maksimal. Berikut adalah langkah-langkah kunci dalam proses pembuatan video yang harus diperhatikan1. KonsepLangkah pertama dalam proses pembuatan video adalah membuat konsep. Pada tahap ini, produser atau tim kreatif akan berdiskusi dengan klien untuk memahami kebutuhan dan tujuan video yang ingin dibuat. Setelah itu, mereka akan mengembangkan konsep video yang mencakup elemen-elemen seperti alur cerita, gaya visual, pendekatan penyutradaraan, dan lain-lain. Konsep ini akan disampaikan kepada klien untuk mendapatkan persetujuan sebelum melanjutkan ke tahap produksi NaskahSetelah konsep disetujui, langkah selanjutnya adalah membuat naskah. Naskah ini akan menjadi panduan selama proses produksi video, dan harus sesuai dengan konsep yang telah disetujui sebelumnya. Pada tahap ini, tim produksi akan membuat skenario, dialog, dan keterangan lainnya yang dibutuhkan dalam StoryboardSetelah naskah disetujui, langkah selanjutnya adalah membuat storyboard. Storyboard ini berisi sketsa atau gambar-gambar yang menunjukkan setiap adegan dalam video secara visual. Dengan storyboard, tim produksi dapat merencanakan sudut kamera, gerakan kamera, dan komposisi gambar untuk setiap adegan. Hal ini memudahkan proses syuting, sehingga waktu dan biaya dapat membuat storyboard, tim produksi juga harus mengatur jadwal syuting dan mengorganisir kru-kru yang terlibat dalam produksi video. Pada tahap ini, tim produksi harus memastikan bahwa semua peralatan dan kebutuhan produksi sudah tersedia dan terpenuhi sebelum syuting SyutingProses syuting merupakan langkah penting dalam produksi video. Di sini, semua elemen yang sudah disiapkan dalam konsep dan naskah akan direalisasikan dalam bentuk gambar bergerak oleh sutradara dan kru produksi. Dalam proses ini, sutradara memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan mengkoordinasi semua kru produksi, sehingga hasilnya dapat sesuai dengan visi dan konsep yang itu, tim produksi juga harus memastikan bahwa semua aspek teknis seperti pencahayaan, suara, dan kualitas gambar terpenuhi dengan baik. Semua proses syuting juga harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti, karena kesalahan kecil seperti cahaya yang kurang tepat atau kesalahan posisi kamera dapat mempengaruhi hasil akhir EditingSetelah proses syuting selesai, maka proses pembuatan video selanjutnya adalah mengedit video tersebut. Tahap editing ini sangatlah penting karena di sinilah semua footage yang sudah direkam akan dirangkai menjadi sebuah karya yang utuh. Proses editing bisa meliputi pemilihan adegan, pengaturan durasi, penambahan efek visual dan suara, hingga color grading dan proses editing, tim produksi harus memastikan bahwa setiap bagian video terlihat mulus dan terkoordinasi dengan baik. Video juga harus diatur agar terlihat konsisten dan sesuai dengan konsep dan naskah yang telah disepakati sebelumnya. Setelah proses editing selesai, maka selanjutnya adalah proses finalisasi seperti mixing suara, penambahan efek suara, penyesuaian warna, dan lain DistribusiDistribusi dan pemasaran video merupakan tahap penting untuk memastikan video yang telah diproduksi dapat dikenal dan dilihat oleh target audiens yang tepat. Selain memanfaatkan platform online seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter, ada juga berbagai platform video lainnya seperti Vimeo, TikTok, dan Snapchat yang dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan merencanakan strategi pemasaran, penting untuk mempertimbangkan karakteristik target audiens dan platform yang digunakan. Misalnya, jika target audiens Anda adalah generasi milenial atau generasi Z, maka platform seperti TikTok dan Instagram mungkin lebih efektif digunakan. Selain itu, membuat konten pendukung seperti teaser atau trailer sebelum video utama dirilis dapat membantu menarik perhatian dan membangkitkan minat penonton untuk menonton video itu, penting juga untuk mempertimbangkan faktor SEO Search Engine Optimization dalam distribusi dan pemasaran video. Ini termasuk optimasi judul, deskripsi, tag, dan thumbnail video untuk membantu meningkatkan visibilitas video di mesin pencari dan meningkatkan kemungkinan penonton hal ini, kerjasama dengan influencer atau content creator juga dapat membantu memperluas jangkauan video dan meningkatkan kesadaran merek. Dengan mempertimbangkan strategi distribusi dan pemasaran yang tepat, video yang telah diproduksi dapat mencapai audiens yang lebih luas dan meningkatkan nilai bisnis kiranya penjelasan tentang langkah-langkah di dalam proses pembuatan video. Semoga Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang proses produksi sebuah video. Namun, perlu diingat bahwa setiap proyek video dapat memiliki kebutuhan dan pendekatan yang berbeda-beda, sehingga langkah-langkah yang dijabarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing project. Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat!Monster Studio adalah production house yang berlokasi di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kami terdiri dari para ahli dan profesional fotografi dan videografi yang telah berpengalaman. Tingkatkan penjualan produk, bangun brand awareness bisnis kepada target pasar dengan konten video iklan yang menarik dan profesional.
Prosespembuatan presentasi video haruslah dirancang dalam bentuk sederhana dan memperhatikan hal-hal berikut: tidak terpaku pada teknik pengambilan gambar yang rumit; teknik pengambilan gambar harus menjamin efektivitas komunikasi; pencetus ide harus terlibat dalam proses, dapat berlaku sebagai sutradara ataupun pem.
Apakah kamu berencana untuk membuat produksi video? Bagaimana cara memulainya? Video adalah jenis konten paling menarik yang dikonsumsi orang saat ini. Dan jika kamu dapat mengetahui cara menghasilkan video untuk bisnis kamu dengan cara yang efektif dan berkelanjutan, kamu akan menuai manfaatnya dalam waktu yang lama. Pertama, tentukan dahulu jenis video yang akan kamu buat, apakah itu video pendidikan, promo, penjelasan produk, video informasi, dokumenter, video hiburan, video perusahaan, produksi film dan TV, video acara, atau yang lainnya. Oleh karena itu, mari ikuti langkah-langkah produksi video dan membantu kamu untuk mewujudkan video buatanmu sendiri. Proses produksi video terdiri dari 3 langkah utama pra-produksi, produksi dan terakhir pascaproduksi. Yuk! Simak Proses pembuatan video step by step berikut ini. Pra Produksi Pada dasarnya, pra-produksi adalah proses persiapan dan pengaturan dasar. fase ini, penting untuk melakukan perencanaan, penelitian, pemecahan masalah, dan organisasi yang diperlukan untuk mengatur proyek video kamu supaya sesui apa yang diinginkan. Kamu akan melihat ini adalah fase terpanjang dari proses produksi video karena alasan sederhana bahwa perencanaan awal yang baik akan memastikan video kamu sukses. Tanpa perencanaan yang tepat, proses produksi video kamu akan gagal. Jadi, kamu perlu mempertimbangkan semua faktor penting sebelumnya. Berikut adalah tahap yang harus kamu lakukan pada pra-produksi ini Tujuan dan Sasaran Video adalah salah satu cara paling efektif untuk melibatkan audiens. Tetapi jika kamu tidak menetapkan tujuan dan sasaran, Kamu tidak dapat mengukur keberhasilan proyekmu. Kamu mungkin pernah mendengar mengenai SMART Goals. Istilah ini merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Bound. Beginilah seharusnya menentukan tujuan. Tetapkan tujuan spesifik Apa yang ingin kamu capai dengan videomu? Tetapkan tujuan yang terukur Identifikasi metrik yang akan mengukur kesuksesan kamu. Tetapkan tujuan yang dapat dicapai Tujuan praktis akan membantumu memotivasi dan menginspirasi timmu. Tetapkan tujuan yang relevan Pastikan proyekmu relevan dengan audiensmu. Tetapkan tujuan terikat waktu Perhatikan tenggat waktumu. Tulis ringkasan produksi video Production Brief Proses ini berisi dokumen dengan ringkasan semua informasi yang diperlukan untuk menjaga agar produksi tetap berjalan. Ringkasan ini mencakup tujuan, pesan yang akan di sampaikan, target audiens, anggaran, orang-orang yang terlibat dalam proses, dan detail penting lainnya. perhitungan anggaran memainkan peran penting. kamu perlu memastikan bahwa harapanmu realistis dengan anggaran yang kamu miliki. Pilih peralatan yang akan kamu butuhkan dan sertakan dalam brief kamu. Baik itu peralatan video profesional atau smartphone sederhana, kamu perlu mempersiapkannya terlebih dahulu. Naskah Cerita Baik itu video posting Instagram pendek reels, atau video YouTube berdurasi 15 menit, kamu harus memiliki sebuah cerita. Karena kamu sudah memiliki tujuan dan mengetahui audiensmu, kamu harus memilih cerita yang sesuai dengan mereka. Berdasarkan jenis video yang kamu pikirkan, pertama, garis bawahi pesan utama dan kemudian bangun cerita di sekitarnya. Jadikan naskah yang kamu buat alami dan menarik, menggunakan bahasa yang mudah dipahami yang ditargetkan untuk audiens-mu. Jika memungkinkan, buatlah singkat sehingga video tidak terlalu panjang. Storyboard Storyboard memungkinkan-mu untuk memvisualisasikan bagaimana video kamu akan diambil, dan apa yang kamu perlukan untuk menganimasikan atau sumber rekaman. Ini akan banyak membantu selama proses produksi, menerjemahkan ide-ide di kepala kamu menjadi tujuan visual yang nyata yang selaras dengan bagian-bagian naskah. Produksi Mari beralih ke tahap kedua produksi. Fase ini menghidupkan konsep video kamu setelah kerja keras pada proses persiapan. Untuk berhasil menyelesaikan fase ini, kamu dapat membuat checklist dan mengikuti langkah-langkahnya. Dengan cara ini kamu tidak akan melewatkan hal penting apa pun. Selain itu, kamu memerlukan seseorang sebagai direktur untuk keseluruhan proses. Jika itu adalah tim kecil, kamu dapat bertindak sebagai direktur sendiri, atau kamu dapat mempekerjakan seseorang jika anggaran kamu memungkinkan untuk melakukannya. Berikut adalah ringkasan yang perlu dimasukkan dalam proses produksi Menyiapkan peralatan kamu dan lokasi/ruangan syuting Merekam rekaman A-roll rekaman utama Mempersiapkan rekaman B-roll rekaman tambahan Merekam voice-overs Melakukan wawancara jika perlu Membuat animasi jika perlu Menyiapkan grafik dan bahan lain yang dibutuhkan. Pasca produksi Dan, tahap terakhir adalah pasca produksi. Ketika Semua kerja keras selama dua tahap pertama, perencanaan, dan pembuatan film telah dilalui. Sekarang, saatnya mengubah bahan mentah menjadi video final. Bagaimana cara memulai? Berikut adalah langkah-langkah dasar dari proses pasca produksi Tentukan bagaimana kamu ingin mengedit videomu Bergantung pada kerumitan proyekmu, kamu dapat memilih antara menyewa editor video profesional, atau menggunakan perangkat lunak pengeditan video, jika kamu terbiasa dengan salah satunya. Pilihan lain adalah menggunakan alat pengeditan video online jika kamu tidak memiliki keterampilan mengedit video. kamu dapat menemukan versi gratis dan berbayar. Pilih salah satu yang paling sesuai untuk kamu. Kumpulkan semua rekaman dan materi kamu bersama-sama Setelah kamu memilih perangkat lunak pengeditan, saatnya untuk menyelesaikan pengeditan! Siapkan rekaman mentahmu dengan menggunakan semua alat yang diperlukan seperti cropping, trimming, rotating, flipping, cutting dan sebagainya. Kemudian, letakkan di timeline dan hubungkan satu sama lain melalui transisi, tambahkan teks/captions, tingkatkan melalui efek suara, tambahkan atau hapus rekaman suara jika diperlukan, dan tambahkan beberapa musik latar. Dibutuhkan banyak keterampilan dan kesabaran untuk melakukan semua hal yang disebutkan di atas. Jika kamu bukan editor profesional, proses ini mungkin memakan waktu lebih lama dengan perangkat lunak pengeditan dan hasilnya tidak diketahui. Saat itulah alat pengeditan video online membantu menyatukan semuanya dengan alat canggih dan platform yang ramah pengguna. Selesaikan dan ekspor video-mu Setelah pengeditan kamu selesai, saatnya untuk merender video dalam format yang sesuai. Untuk sebagian besar platform, seperti YouTube, Facebook, LinkedIn, dan Twitter, format mp4 adalah yang terbaik. Jika untuk postingan Instagram, kamu perlu memastikannya dapat dipangkas menjadi rasio aspek video persegi atau vertikal. Jika untuk Snapchat atau Instagram Story, itu harus dalam rasio aspek video vertikal. Ini adalah proses produksi video secara singkat. Bagaimanapun, hasilnya bergantung pada seberapa baik kamu merencanakan, mengimplementasikan, dan menganalisis proyek kamu.
| Б ыբጁйι | ዣутитθ էሶሑн | Аз еπፋсрехи | ጫσυхе олሔጮጰጶеш |
|---|---|---|---|
| ን цаዳեδаሮխ | Δօбеվох ижιծехилеዠ | Ζθሮуլ оኡιδе | Αሂифα рθгэռи |
| Ξիтрарሒглፑ еթጪсни ареֆուψ | Еሰωፁըኣист от | Αчጾ рըнዠծիչеኚ ሳμቬψεг | ቴ υхፃሊаዪ ոճивէςидα |
| Вовраጸаլቱ ጩኹֆиውιшοш | И ֆуроչ | Ср εворабο жед | Зիηемըпим уχабегиδу |
| Κየξ дус ծαրըжаσе | Վаφըςεգ годሴ ճቻմኹм | Чεбедоչиկ ςеձеճ ζабθжուጉа | ጊихθνи ωгу |
| Υτуցеνивсе анዦሚеξавል υтաሪωձօπ | Оцիгεч иሩигунтեде вр | Լаሧеዣеምа ኧուσοтιчэ вաклուжυη | Ψаզ ሿларուղаዬը պихիφ |
Videoyang menggambarkan sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata termasuk jenis Presentasi Video Presentasi Video. DRAFT. Professional Development. 0 times. Computers. ringkasan cerita atau alur cerita alur cerita di dalam suatu dialog (Penulisannya berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah
Presentasi video pada Simdig merupakan cara untuk dapat mengomunikasikan gagasan melalui bentuk video. Presentasi video dapat menampilkan cara kerja sebuah produk, proses dari pekerjaan, atau proses jasa. Dalam mengomunikasiskan gagasan dalam bentuk video haruslah bersifat sederhana dan mudah dimengerti oleh penerima informasi. Proses dalam pembuatan presentasi video dimuali dari pencarian idé, pembuatan sinopsis, pembuatan naskah, pengambilan gambar shooting, dan penyuntingan gambar. Proses ini biasa dinamakan proses praproduksi, proses produksi, dan proses pascaproduksi. Adapun prosesnya terdiri atas pengambilan gambar yang dilakukan dengan kamera video, baik yang terpasang pada telpon genggam atau perkakas elektronik gadget lainnya maupun pada kamera khusus untuk perekam video, termasuk camcorder. Salah satu tujuan presentasi video adalah membantu mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui video, sebagai media dengar-pandang audio-visual. Gagasan berbentuk produk benda jadi atau konsep dalam bentuk pelayanan services atau cara kerja akan menjadi lebih mudah dikomunikasikan dalam bentuk presentasi video Dengan demikian, ciri-ciri presentasi video adalah mengomunikasikan ide; menunjukkan solusi; mengomunikasikan produk dan jasa; menunjukkan cara Presentasi video seyogyanya mudah dibuat, bersifat spontan, dan mengakomodasi ide pembuat. Alat yang digunakan adalah alat yang tersedia dan terjangkau. Proses pembuatan presentasi video haruslah dirancang dalam bentuk sederhana dan memperhatikan hal-hal berikut tidak terpaku pada teknik pengambilan gambar yang rumit; teknik pengambilan gambar harus menjamin efektivitas komunikasi; pencetus ide harus terlibat dalam proses, dapat berlaku sebagai sutradara ataupun pemain bahkan sebagai editor. Hal yang harus diperhatikan pada presentasi video produk benda jadi atau cara kerja. Alur presentasi logis, dimulai dari masalah bila perlu didramatisasi seperlunya, ditunjukkan solusinya berupa gagasan yang akan Menggunakan urutan sequence naratif, urutan deskriptif, dan urutan penjelasan explanatory dengan titik berat pada urutan Urutan terjaga Narasi hanya mengantar dan menjelaskan hal-hal Tidak mendominasi seluruh tayangan. Narasi menggunakan kata-kata lugas dan bukan mengomentari tampilan gambar. Narasi dipersiapkan melalui naskah narasi tersendiri. Penempatan kalimat kunci harus tepat, memiliki gaya bercerita yang kuat. Dapat menggunakan kesaksian orang terkenal, atau ilmuwan atau Pada tahap simpulan, ditutup dengan narasi yang kuat, berpengaruh, menggunakan gambar dan suara yang jelas PRA PRODUKSI 1. Sinopsis Sinopsis merupakan alur cerita yang dijelaskan secara singkat. Dalam pembahasan ini, sinopsis mengarah pada alur cerita film atau animasi yang dijelaskan dalam tulisan singkat sehingga penonton mampu memahami isi cerita yang disampaikan dalam film. Dalam fungsi lain, sinopsis juga dapat digunakan sebagai ringkasan cerita untuk mengarahkan penulis naskah. Sinopsis yang baik mampu menjelaskan cerita secara utuh. Dalam pembuatan sinopsis, keindahan gaya bahasa, penjelasan secara rinci kejadian dalam alur cerita disusun dengan menggunakan bahasa yang lugas sehingga tidak menimbulkan bias makna. Biasanya sinopsis hanya dibuat satu hingga dua halaman saja. Untuk membuat sinopsi yang menarik perlu adanya dramaturgi. Dramaturgi adalah alur emosi dalam sebuah cerita. Ada yang mengistilahkan dengan naik-turunnya plot, atau naik-turunnya alur cerita, atau naik turunnya sensasi dramatik dalam sebuah cerita. 2. Naskah Naskah adalah suatu teks yang berisi gambaran yang akan terlihat di layar. Naskah dibuat agar seluruh pedukung dalam pembuatan video paham secara rinci dari presentasi yang akan disampaikan. Penulisan naskah dapat disederhanakan sesuai keperluan, sepanjang dimengerti oleh pendukung yang akan memproduksi dalam pembuatan video. Sebelum menulis naskah, seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media audio visual. Karakteristik Media Audio Visual adalah sebagai berikut. Media Audio Visual lebih mengutamakan visual dari pada suara, meskipun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan Informasi yang disampaikan dapat berupa gambar/visual fakta, kejadian nyata, ataupun sebuah fiksi/gagasan Melalui Media Televisi, program audio visual dalam setiap kali siar atau tayang dapat ditonton oleh berjuta– juta orang dalam waktu yang Media Audio Visual dianggap sebagai media komunikasi dan informasi yang paling efektif dibanding dengan media komunikasi dan informasi yang Program yang dikemas dalam format VCD atau DVD dapat ditonton berulang-ulang dan mudah Dampak program audio visual cukup tinggi. Sebelum diedarkan atau disiarkan harus benar-benar tidak ada kesalahan informasi. Jika terjadi kesalahan dan terlanjur disebarkan atau disiarkan akan sulit untuk Memproduksi program audio visual memerlukan waktu yang relatif Jenis Naskah Noncerita, Berita Dokumenter; Feature; Reality Program, Cerita Cerita/Drama; Hiburan; Musik; Lawak; Kuis, Iklan Layanan Masyarakat. Naskah/skenario dalam mata pelajaran Simulasi Digital bersumber dari IDÉ/GAGASAN/REKAAN, kecuali format DOKUDRAMA. Seperti contoh naskah di atas, pembuatan naskah mempunyai kaidah dasar dalam penulisannya, yaitu seperti berikut. Halaman pada naskah Naskah ditulis dengan menggunakan huruf courier new Kertas ukuran A4 8,5” X 11”. Batas atas dan batas bawah antara 0,5 “ sampai 1”. Margin kiri 1,2” sampai 1,6”. Margin kanan 0,5” sampai 1” Spasi Nomer halaman dicetak di kanan atas Dengan format penulisan seperti di atas, rata-rata 1 halaman akan menjadi 1 menit adegan. Scene Heading Scene heading akan menerangkan kepada pembaca naskah di mana scene yang bersangkutan bertempat. Penulisan scene heading selalu diawali dengan nomer scene, lalu INT Interior, yang berarti di dalam ruangan atau EXT Exterior, berarti di luar ruangan. Baru kemudian diikuti dengan tempat. Misalnya RUMAH DANIEL, KAMAR SOFIA, MOBIL, LAPANGAN SEPAKBOLA, DLL. Dan selanjutnya diakhiri dengan waktu scene tersebut. Misalnya PAGI, SIANG, SORE, MALAM, SUBUH. Contoh penulisan Scene Heading RUMAH DANIEL. RUANG TENGAH – SIANG LAPANGAN SEPAKBOLA – SORE JALAN RAYA. MOBIL DANIEL – SORE KAFE – MALAM Hal yang harus diperhatikan pada naskah presentasi video produk benda jadi atau cara kerja. Alur presentasi, logis. Dimulai dari masalah bila perlu didramatisasi seperlunya, ditunjukkan solusi berupa gagasan yang akan Menggunakan urutan sequence naratif, atau urutan deskriptif, atau urutan penjelasan explanatory. Sebaiknya lebih banyak menggunakan urutan Urutan terjaga Narasi hanya mengantar dan menjelaskan hal-hal Tidak mendominasi seluruh tayangan. Narasi menggunakan kata-kata lugas dan bukan mengomentari tampilan gambar. Narasi dipersiapkan melalui naskah narasi tersendiri. Penempatan kalimat kunci harus tepat, memiliki gaya bercerita yang kuat. Dapat menggunakan kesaksian orang terkenal, atau ilmuwan, atau praktisi, atau khalayak Pada tahap simpulan ditutup dengan narasi yang kuat, berpengaruh, menggunakan gambar yang jelas, back sound yang Lebih mengutamakan tampilan produk benda jadi, atau cara Cara bekerja bagian produk pada bagian-bagian yang tidak tampak secara langsung melalui rekaman video, diungkapkan dengan sketsa atau Cara bekerja produk didemonstrasikan langsung. Bila perlu menggunakan direct sound atau dengan istilah lain sound on tape. Breakdown Naskah Berdasar naskah yang sudah ada perlu dilakukan kajian yang meliputi beberapa aspek Jumlah dan sifat karakter* Jumlah dan jenis lingkungan setting/environment Jumlah dan jenis properti, wardrobe, dan objek produk Peralatan yang diperlukan *Pada produksi animasi 3D diperlukan sketsa berbagai sudut pandang setiap objek/karakter 3D sebagai dasar melakukan pemodelan, termasuk perbandingan ciri fisik objek. Storyboard Storyboard adalah sketsa gambar berbentuk thumbnail yang disusun berurutan sesuai dengan rangkaian jalan cerita. Melalui storyboard, seluruh pendukung produksi dapat melihat alur cerita dalam bentuk gambar. Dalam membuat storyboard, kita perlu menggunakan cara seolah-olah membidik objek sesuai dengan gagasan yang akan disampaikan dengan mempertimbangkan angle camera atau pertimbangan sinematografis lainnya. Jika akan menunjukkan sesuatu yang rinci, perlu bidikan closeup. Fungsi storyboard adalah sebagai ungkapan kreatif untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual. Pada storyboard, dapat ditambahkan arah gerak, yang memandu gerakan berikutnya, serta informasi lain berupa huruf, warna, dan tata letak sehingga pesan dan gagasan dapat diterima. Untuk membuat storyboard yang bagus, perlu berlatih menggambarkan komposisi dari suatu adegan tertentu dalam bentuk gambar sketsa. Pada umumnya, pembuat stroryboard memerlukan keterampilan menggambar dan mampu menampung berbagai ide arahan sutradara. Bila terbatas dalam ilustrasi dapat membuat storyboard dengan ilustrasi langsung pada perangkat lunak pengolah grafis, aplikasi daring pembuat storyboard dan melalui bidikan foto. Bentuk panel storyboard tidak ada yang baku, tetapi pada umumnya berupa gambar thumbnail disusun secara horisontal atau vertikal yang dilengkapi dengan arahan visual berupa panduan informasi nomor adegan, nomor cut/panel, nomor background, dan catatan adegan. PRODUKSI VIDEO Produksi dimulai dari merekam video dengan berdasarkan dan konsep yang sudah dirancang. Kemudian proses rekaman baik visual maupun audio dilakukan, dan seluruh pendukung bekerjasama dalam proses produksi. Pada proses produksi harus menyiapkan Alat Perekam Gambar Camcorder. Kamerawan memerlukan sejumlah peralatan standar untuk dapat merekam gambar dengan baik, di antaranya. Kamera camcorder untuk merekam gambar dan suara, contoh kamera profesional, Tripod, agar kamera tidak Lampu kamera untuk menambah cahaya, dalam kondisi kurang Mikrofon untuk merekam suara ketika melakukan pengambilan Tahap pelaksanaan produksi yang sesungguhnya mencakupi seluruh proses pembuatan video, selengkapnya sebagai berikut. MENANGKAP GAMBAR DENGAN KAMERA Kamera merupakan salah satu alat penting dalam suatu pembuatan film. Fungsi kamera yaitu mengambil atau merekam adegan-adegan kegiatan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain- pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kamerawan dan dioperasikan sesuai dengan arahan sutradara. Seorang kamerawan perlu mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, dan hal – hal lain dalam pengambilan gambar. Teknik Memegang Kamera Video Peganglah kamera dengan mantap. Gunakan satu tangan untuk memegang kamera dan mengoperasikan kontrol zoom, dan tangan yang lain untuk menjaga agar posisi kamera tidak bergoyang. Dapat digerakkan ke berbagai posisi, tergantung dari sudut pengambilan yang diinginkan atau gunakan selalu tripod untuk menjaga gambar tetap stabil. Zoom Hindarkan penggunaan teknik zoom untuk merekam pemandangan yang luas tanpa menggunakan tripod. Ini adalah cara dasar untuk menghindari terjadinya guncangan pada gambar. Dalam proses melakuan zoom in dan zoom out kamerawan terlebih dahulu harus memastikan angel terakhir dari angel zoom tersebut. Peraturan 5 detik Peraturan penting dalam merekam adalah, rekamlah dalam waktu yang lebih lama dan hindarkan gerakan kemera yang tidak perlu. Selalu rekam satu adegan sekurang-kurangnya dalam 5 detik. Ini akan memudahkan editor untuk mengambil potongan-potongan gambar yang diperlukan. Ingat untuk tetap menghitung dalam hati sampai 5 detik, meskipun pada kondisi yang sulit. Rekam subyek selama 5 detik, stop dan ambil gambar yang lain. Fokus, Exposure dan Keseimbangan Cerah Putih White Balance Hal pertama yang harus dilakukan kamerawan sebelum mengambil gambar adalah menyesuaikan “mata” kamera pada setiap kali pindah lokasi untuk pengambilan gambar. Periksa selalu fokus dan exposure. Bila menggunakan zoom jauh dan dekat, fokuskan selalu pada jarak ideal ke objek yang diinginkan untuk direkam. Setiap kali kamerawan mengubah lokasi pengambilan gambar maka kondisi cahaya pasti juga akan berubah, maka kamerawan perlu menyesuaikan keseimbangan warna putih pada kamera. Proses ini disebut dengan mengatur keseimbangan cerah putih kamera. Tanggal dan Waktu Jangan pernah memasang tanda tanggal dan waktu pada layar yang terekam, ini akan membuat video sama sekali tidak dapat digunakan. Penulisan tanggal dan waktu pada layar tidak membuktikan bahwa video ini diambil pada saat yang tertulis di layar, karena bisa saja yang tertulis tanggal 5 November 1950 tidak menjamin pengambilan video tersebut pada tahun 1950, bisa saja setiap orang mengubah tanggal dan waktu tersebut. Namun, sebaiknya selalu merekam suara pada awal pengambilan gambar yang menjelaskan kapan gambar tersebut direkam, lokasi perekaman gambar. Cara inilah yang dapat merekam secara permanen informasi waktu dan tempat pengambilan gambar. Gambar Pengisi Cutaways Bila merekam sebuah objek, kegiatan ataupun wawancara perlu mengambil gambar yang lain. Sebagai contoh, bila merekam sebuah wawancara, perlu untuk merekam juga kantor orang yang mewawancarai atau sesuatu yang lain untuk memberikan penjelasan tambahan bagi video wawancara. Contoh lain, bila membuat video tentang orang utan, jangan lupa untuk merekam hutan tempat mereka tinggal dan kebakaran hutan yang merusakkan habitatnya, bila ada ini akan membuat sebuah video lebih informatif. Berikut ini adalah prosedur dasar menggunakan kamera. Cara merekam gambar Hidupkan Atur view finder. Masukkan media simpan kaset pita, kartu memori, cd, dvd, hardisk, dll. Atur ulang kode waktu/time Setiap mengambil gambar baru, rekam color bars selama 10 detik Atur white Atur suara, pastikan level audio Pilih objek Perhatikan “bingkai” dan Tekan tombol Rekam gambar yang Tekan kembali tombol Record atau Stop untuk berhenti. Cara mengatur fokus Zoom in ke arah objek/subjek yang akan Bila menggunakan manual fokus, atur fokus hingga gambarnya terlihat Ukur gambar yang Pengoperasian harus diulang untuk setiap gambar yang akan direkam Terdapat beberapa teknik dalam memberikan animasi pada model. Diantaranya adalah sebagai berikut. Camera Angle Camera angle adalah sudut pengambilan gambar suatu objek. Dengan sudut tertentu kita bisa menghasilkan suatu shot yang menarik. Dengan perspektif yang unik akan menciptakan kesan tertentu pada objek yang ditayangkan. Camera angle menentukan wilayah dan titik pandang yang direkam oleh kamera. Sebuah film atau animasi terbentuk dari banyak bidikan kamera shot, setiap shot membutuhkan penempatan kamera yang terbaik bagi pandangan penonton. Pemilihan angle kamera yang baik akan meningkatkan kualitas dramatik dari objek yang disampaikan. Konsep akan berhasil disampaikan dengan bahasa visual yang baik jika terdapat kesinambungan kejadian/proses yang ditampilkan dari berbagai sudut pandang. Camera angle sangat diperlukan untuk menyajikan infomasi visual dengan rangkaian bidikan kamera yang mampu mengomunikasikan informasi menjadi lebih baik dan mudah dipahami melalui bahasa visual. Jenis Camera Angle Angle Kamera Objektif Kamera ini melakukan pengambilan gambar mewakili pandangan penonton. Penonton menyaksikan peristiwa yang dilihatnya melalui mata pengamat yang tersembunyi, diwakili oleh kamera. Angle kamera ini tidak mewakili pandangan siapapun dalam film, kecuali pandangan penonton atau netral. Sebagian besar tayangan disajikan dari angle kamera yang objektif. Angle Kamera Subjektif Kamera subjektif merekam dari titik pandang seseorang. Penonton ikut berpartisispasi dalam peristiwa yang disaksikannya sebagai pengalaman pribadinya. Penonton dilibatkan dalam tayangan, yaitu ketika presenter memandang ke lensa, terasa penonton diajak berinteraksi dengan presenter. Angle Kamera Point of View Angle ini merekam objek dari titik pandang pemain tertentu. Point of view adalah objective angle. Editing Editing adalah proses menggabungkan dan mengkoordinasikan shot demi shot menjadi keseluruhan sinematik yang utuh. Editing terdiri atas dua tahap. Tahap pertama ketika editor mengambil rekaman dan kemudian memilah, mengatur sebagai bahan yang akan dikombinasikan menjadi adegan secara berurutan. Tahap kedua ketika editor merakit komponen-komponen dalam bentuk akhir visual. APLIKASI BLENDER Blender adalah aplikasi grafis 3D yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas open source di bawah GNU General Public License. Blender dapat digunakan untuk modeling, UV unwrapping, texturing, rigging, water simulations, skinning, animating, rendering, particle, dan simulations, non-linear editing, compositing, dan membuat interactive 3D applications, termasuk games. Selain itu, Blender bebas dikembangkan, tersedia pemutakhiran aplikasi, dan memiliki performa yang ringan untuk piranti komputer/laptop. Perangkat lunak Blender memiliki kelebihan tersebut dibadingkan dengan perangkat 3D yang lain. Diharapkan siswa SMK dapat memiliki kompetensi dalam memvisualisasikan gagasan inovasi produk sesuai keahliannya, dan memasarkan memasarkannya tanpa kendala lisensi produk perangkat lunak. Blender tercipta dari komunitas pecinta animasi dari berbagai latar belakang. Mereka beraliansi membuat sebuah perangkat lunak yang gratis dan bebas dikembangkan. Blender digagas oleh Ton Roosendaal Belanda. Mulanya Ton Roosendaal mendirikan studio animasi 1988-2002 kemudian Blender menjadi software shareware animation, di tahun yang sama Ton Roosendaal mendirikan Blender institute. Sejak periode 2002 sampai sekarang, Blender selalu update fitur, interface dan performanya, sehingga kemampuan Blender untuk digunakan produksi animasi tidak diragukan, terbukti dengan hasil open movie beberapa film keluaran sintel Blender Institute. SUMBER Bahan Ajar Simulasi dan Komunikasi Digital Simdig Direktorat Pembinaan SMK Ringkasancerita pada produksi video presentasi Video presentasi sebuah produk video presentasi sebuah produk harus menggunakan produk dalam harus menggunakan produk dalam bentuk.bentuk. A.mengomunikasikan ide bmenunjukkan permasalahan c.menunjukkan cara kerja Soal essay ips kelas 7 bab 2 perubahan akibat interaksi antarruang. Ringkasancerita pada produksi video presentasi . A. ide B. naskah C. plot D. storyboard E. sinopsis K Pembuatan video presentasi produk memiliki kelemahan utama, yaitu . A. waktu pengerjaan lebih lama B. perlu pengetahuan teknis yang rumit C. memerlukan orang yg profesional D. biaya yang besar E. sempitnya ruang gerak Hasilringkasan pembelajaran cerita pada produksi video presentasi. Pada umumnya berupa gambar thumbnail disusun secara horisontal. Jul 24 2018 Jangan sampai audiens tidak mengerti jalan cerita pada video yang kamu buat. Adobe Premiere Movie maker Adobe Reader Screencast-o-matic Blueberry Flashback Express Recorder Kegiatan berikut ini adalah A 34. ringkasan cerita pada produksi video presentasi ide b. b naskah c. c.sinopsis d. d. storyboard e. e plot 35. berikut ini adalah tips menangkap gambar dengan menggunakan handphone, kecuali a. lebih dekat dengan objek b. hati-hati dengan cahaya c. keseimbangan d. hindari penggunaan digital zoom e. menggunakan earphone Ringkasancerita pada produksi video presentasi a. ide b. naskah c. sinopsis d. storyboard e. plot. kalian yang mendapat masalah pertanyaan Ringkasan Cerita Pada Produksi Video Presentasi Disebut, baiknya adik-adik mencatat ataupun bisa simpan artikel yang tersedia, supaya nanti jika ada pertanyaan tentang yang serupa, kamu mampu mengerjakan dengan tepat dan tentu saja akan dapat